Bersama BPN RI Menuju Kemandirian Rayat

Bersama BPN RI menuju kemandirian rakyat.

Rakyat yang mandiri adalah cita-cita dari pemberdayaan. Disaat masyarakat sudah mandiri dalam hidupnya, lingkungannya, tatanannya, pembangunannya, maka otonomi desa semakin kuat. Pemerintah, baik di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat  apa masih tetap dibutuhkan? Jika rakyat di desa sudah mandiri, dapat mennetukan nasib dan tujuan dari rakyatnya, apa masih perlu keberadaan pemerintah ? Ya, masih… kemandirian juga adalah merupakan awal menuju kesejahteraan. Sampai kapan masyarakat di katakan sejahtera ? Sampai ada perubahan yang sangat berarti bagi kehidupan rakyat sampai pada anak cucu mereka.

Bagaimana BPN RI  dapat menjawab sebagian dari tugas keperintahan untuk menjadikan mereka mandiri ? Jawabannya ada di tangan para pelaku pemberdayaan di Kantor Pertanahan. Sudah saatnya para Kepala Kantor Pertanahan memikirkan kesejahteraan rakyatnya dari desa demi desa. Dari tiap jengkal tanah yang dimiliki oleh rakyat agar digunakan seoptimal mungkin. Sejak tahun 2006 aparat pemberdayaan masyarakat sudah di bentuk di tiap-tiap kantor pertanahan. Tidak ada alasan lagi buat Kepala Kantor Pertanahan  untuk mencuci tangannya bahwa tugas dan fungsinya tidak ada dalam pemberdayaan rakyat. Setiap Kantor Pertanahan sudah sepantasnya mempunyai program unggulan dalam pemberdayan masyarakat di bidang pertanahan. Sosialisasi dapat dilakukan melalui berbagai cara dan upaya, semisal eksibisi bulanan di kantor pemerintah daerah,atau di kantor sendiri atau di keramaian umum untuk membuka diri bahwa BPN RI siap untuk bekerja bersama rakyat.

Apakah sosialisasi sudah cukup ?

Program unggulan dalam pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari satu desa atau keluarahan melalui berbagai kegiatan yang dapat direplikasi seperti SMS, Konsolidasi Tanah, maupun mencoba membidik segmen tertentu seperti UMK, petani atau  peternak yang membutuhkan nilai tambah dari asset yang mereka punya. Mungkin awalnya 50 hingga 100 peserta adalah awal yang tidak sedikit untuk dimulai. Pendanaan tidak melulu dari Pemerintah, CSR dari berbagai perusahaan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut. Kemitraan atau Channeling perlu dikembangkan untuk berjalan secara bersama-sama. BPN RI punya potensi yang cukup untuk melakukan banyak hal bagi rakyat dengan menjadikan tanah sebagai modal awal. Berawal dari tanah untuk pemberdayaan rakyat tidak mustahil utnuk pemberdayaan selanjutnya.

Berkolaborasi dengan Program lain mungkinkah ?

Pertanyaan ini selalu muncul di benak aparat kantor pertanahan khususnya di bidang pemberdayaan. Tiga tahun merenung untuk keluar dari kantor harus dilaksanakan segera. Langkahkan kaki untuk melihat kehidupan rakyat dari jalan setapak menuju jalan yang lebih panjang. Tidak ada salahnya untuk menanya rakyat apakah mempunyai tanah atau tidak. Tidak ada salahnya menanyakan rakyat apakah tanahnya memiliki legalitas yang sah atau tidak.  Rakyat marjinal, rakyat tak berdaya tidak semestinya dibiarkan begitu saja untuk dilewati dengan berbagai janji politik. Tapi janji riil untuk kehidupan sekarang dan minggu depan, adalah realita yang harus dijawab.

Berbagai kelompok dan institusi lalu lalang mencoba mengobarkan semangat kemandirian rakyat. Ada yang berhasil ada yang tanpa hasil. Ikan yang diberi hanya sementara, tetapi bagaimana mencari ikan adalah mengubah pola pikir yang harus ditanamkan bersama dengan segenap unsur pemberdayaan lainnya. Bergandeng tanganlah dengan memakai jalur komunikasi dan informasi yang tersedia, langkahkan bersama, bagi yang masih peduli nasib bangsa.

Ayo tingkatkan persaudaraan bangsa ini untuk kemandirian dan kejayaan bersama.Untuk kebangkitan bangsa, yang mungkin sedikit sudah lupa.

Kebayoran 20 Mei 2009.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s