Berkarya Demi Kepentingan Masyarakat

Slogan untuk memajukan rakyat, mensejahterakan rakyat, mengentaskan kemiskinan,  tidak terkungkung dalam kemelaratan, bebas dari kekurangan kebutuhan dasar, semua demi rakyat dan seterusnya …. adalah slogan yang tidak pernah lepas dari para pengelola negara RI tercinta ini oleh siapapun rejimnya. Slogan ini sudah ada  sejak orde lama hingga orde baru dan kini di orde reformasi cita-cita, program dan implementasi kegiatan untuk “itu” belum pernah berubah. Terlepas dari partai apa yang menggagas dengan kemasan yang berbeda, dengan model yang unik, tetap saja tujuannya seperti yang dimaksud dalam pembukaan UUD ’45. Para ekonom, politisi, sosiolog, para akademisi, praktisi dan semua komponen bangsa mempunyai tujuan yang sama — sama seperti yang dimaksud dengan isi dari pembukaan UUD ’45.  Berbagai cara dan upaya disiasati pemerintah melalui jalan lurus, sedikit berbelok, mundur lagi, pakai kecepatan tinggi pada saat mendaki dan terasa berat, dan terasa ringan padahal jalan menurun, tau kadang-kadang lari dari jalurnya, lalu kembali lagi ke jalur yang benar, sama seperti mencapai tujuan dengan mengendarai mobil. Menjadi terengah-engah saat panas dan hujan begitu kuat, atau ada kecelakaan atau bencana sehingga memperlambat kendaraan dan atau merasa nyaman ketika semua jalan yang ditempuh mulus tanpa rintangan dan penumpangnya merasa nyaman, apalagi di luar kendaraan saling bertegur sapa dan memberikan senyuman.  Plong rasanya ketika sampai di tujuan, dan ketika sampai di satu tujuan, melangkah lagi untuk tujuan berikutnya, sampai kaki berhenti melangkah.

Begitulah upaya berkarya demi kepentingan masyarakat. Sebagai insan yang berkarya di pertanahan, hanya satu tujuan pokok penting yaitu terdaftarnya seluruh bidang tanah ( melalui pemetaan dan sertipikasi tanah ), agar langkah dari semua kegiatan yang ada di atas tanah tidak menjadi mundur karena tanah yang dijadikan lokasi kegiatan apapun tidak jelas statusnya.

Pemerintah bergandeng tangan dengan rakyat membangun bangsa secara bersama-sama, demikian juga antar instansi, berkolaborasi menampilkan harmonisasi pembangunan dengan irama yang kompak, terpadu, tidak tumpang tindih.

Makmur Siboro

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s