PNS PROFESIONAL, BPN RI PROFESIONAL.

Bekerja profesional saat ini, tidak saja berarti pekerjaan yang dimiliki oleh orang yang sangat terlatih (fully trained,skilled or educated), dengan harapan bahwa seseorang itu akan menghasilkan produk yang high standard. Terlatih untuk menghasilkan sesuatu produk yang berkualitas tidak juga berarti berhenti dengan selesainya suatu produk. Namun jauh dari hal tersebut, produk itu harus dapat dirasakan dan dinikmati oleh orang diluar dirinya (user) dan termasuk juga bagi dirinya (owner)  dan mendapat pengakuan atau apresiasi dari orang lain secara jujur, bahwa user merasakan tingkat kepuasan yang diharapkan. Dan itu belum selesai, apabila produk tersebut mengalami kegagalan, kerusakan, ketidakpuasan dan ketidak cocokan, maka sang pembuat produk, pelayan produk baik secara individu maupun lembaga harus juga bersedia dengan senang hati dan terbuka melayani pengaduan atau komplain dari user serta mengembalikannya pada standar awal seperti yang dijanjikan. Dengan demikian maka lahirlah profesionalism dari pembuat produk dan para pekerja atau pegawai yang profesional. Bila perlu, komplain tersebut dijadikan dasar untuk meningkatkan quality dari produknya sehingga tercipta new quality. Pembuat produk harus tahu betul apa yang diinginkan oleh pengguna, apa manfaatnya dan apa nilai lebihnya.

Oleh karena itu, profesionalisme saat ini semakin berkembang. Profesionalisme pada dasarnya memiliki 3 pilar yaitu ketika seseorang itu tahu apa yang diinginkan oleh pengguna, dan dia mau menciptakan atau melakukannya serta mau mempertanggungjawabkannya. Pilar “Tahu”; “Mau” dan “Bertanggungjawab” adalah mutlak menjadi satu kesatuan atau disebut Three in One Pillar of Profesionalism. Jika seorang pegawai/karyawan atau suatu lembaga, “tahu” akan kebutuhan masyarakat tetapi tidak mau melakukan sesuatu untuk itu, maka dia tidak profesional. Atau dia tidak melakukan apapun. Oleh karena itu perlu diciptakan oleh atasan atau pimpinan suatu pelatihan motivasi agar sesorang mau melakukan sesuatu. Kemudian, pada saat seseorang “tahu” apa kebutuhan masyarakat dan “mau” melakukannya, ini adalah pertanda baik. Profesionalisme mulai kelihatan. Namun ketika dia tahu dan mau melakukan sesuatu, namun tidak bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya, ini pertanda buruk. Maka seseorang itu tidak profesional. Pada saat seseorang itu tahu dan mau melakukan sesuatu, dan bertanggung jawab, maka profesional lah dia. Jadi ketiga pilar ini harus lengkap untuk menyatakan seseorang profesional. Lain hal nya jika pada saat seseorang mau melakukan untuk masyarakat dan bertanggung jawab, namun dia tidak tahu caranya, maka perlu pelatihan atau training, supaya menjadi orang profesional.

Jika kita melihat produk-produk berkelas melakukan yang dibutuhkan oleh masyarakat, biasanya pertanggung jawaban pasca produk sering dicantumkan di kartu jaminan dan brosur produknya yang disebut juga yaitu “afters sales service” (Layanan purna jual), ini menjadi ciri khas perusahaanatau lembaga profesional. Ada jaminan atau garansi terhadap apa yang dijanjikan oleh lembaga tersebut. Semakin lama masa garansinya, semakin berkualitas produknya. Dengan demikian semakin tinggi kelasnya, semakin mahal harganya.

Hal tersebut berlaku dimana saja, termasuk bagi PNS, bagi karyawan BPN RI dalam menghasilkan produk-produk yang berkaitan dengan tanah. Kita mengenal apa yang disebut dengan pra sertipikasi, sertipikasi dan pasca sertipikasi. Tiga tahapan utama dalam legalisasi asset masyarakat. Ketiga tahapan ini mengadopsi manajemen yang berkualitas dan bertanggungjawab. Jika dilihat dari kacamata profesional, maka kita dapat mengurai apa profesionalisme yang ada pada BPN RI saat ini yaitu :

Pra sertipikasi dapat dikatakan sebagai awal dari planning kegiatan pertanahan, yang akan bersinergi dengan berbagai komponen; Di sini BPN mencari dan melihat apa keinginan masyarakat, kemudian mendesain berbagai kegiatan dan merencanakannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. BPN bekerja sesuai dengan amanat Undang-Undang dan peraturan lainnya. Perencanaan BPN RI untuk rakyat sangat patuh pada sistem dan mekanismenya, salah satunya adalah money follow function.  Dapat juga dikatakan BPN “tahu” apa keinginan masyarakat.
Sertipikasi mungkin disebut sebagai kegiatan teknis untuk “menjahit” atau melakukan aktivitas produk. Disini BPN mau memenuhi keinginan masyarakat dan kebutuhan masyarakat saat ini dan masa depan.
Pasca sertipikasi sebagai pertanggungjawaban atau garansi dan layanan purna jual untuk pengguna, dengan jaminan produk berupa “full lifetime guarantee” . Jaminan ini adalah jaminan yang sangat kuat dan dilindungi oleh undang-undang. Masyarakat tidak perlu khawatir akan produk tersebut, sepanjang pemohon benar dan betul-betul memiliki dan memberi segala dokumen dan keterangan yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan bahwa sebidang tanah itu adalah miliknya. Konsekuensinya adalah apabila salah satu dari pihak pemberi layanan (BPN) atau pemohon (masyarakat) melakukan kekeliruan administratif atau pemalsuan, maka harus dipertanggungjawabkan secara hukum pula.
Dalam konteks ke tiga hal tersebut di atas, BPN RI dalam melakukan tugasnya dimana salah satunya adalah sertipikasi atau sekarang lebih sering disebut legalisasi aset, sudah mulai melakukannya dengan profesional sejak 2006. ( Era kepemimpinan Joyo Winoto PhD). Kegiatan dari awal dengan berbagai standar dan prosedur yang terus menerus diperbaiki, pembuatan produk yang diolah di unit teknis sampai pada pasca sertipikasi sebagai layanan purna jual pun sudah dilaksanakan. BPN sudah profesional sebagai lembaga. Sebagai PNS pun demikian, BPN sudah berani bertanggungjawab bahwa pasca sertipikasi adalah hal yang sangat penting dalam rangka peningkatan kepuasan rakyat menuju kesejahteraan rakyat.

PNS profesional, BPN Profesional adalah era-nya saat ini. Tidak ada kata terlambat untuk mewujudkan BPN Profesional. Intinya adalah tiga pilar utama harus berdiri kokoh di dalam lembaga BPN dan didalam jiwa sanubari pegawai BPN RI. Selamat bekerja dan profesional.

makmur@bpn.go.id

Kebayoran 28 Juni 2010.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s