Bercerita tentang tanah, untuk Tanah yang bercerita

Meski tanah hanya diam membisu, bahkan tidak melakukan perlawanan meski selalu diinjak, dilumat dan diporak-porandakan, bahkan di cabik-cabik seperti luka besar yang menganga, namun tanah akan bisa bercerita dan menorehkan sejarah apa yang terjadi di atasnya. Tanah adalah bagian dari hidup manusia. Air adalah yang memberi kehidupan beserta udara. Ketiganya merupakan kesatuan yang utuh dalam kehidupan di bumi ini. Tanah memberikan makna bagi kehidupan manusia yang diam di atasnya. Tanah akan memberi bukti kepada para mahluk yang diam di atasnya, apakah dia dipelihara atau di musnahkan daya dan kekuatannya, dan apakah dia dimanfaatkan untuk mensejahterakan mahluk di atasnya. Tanah menyimpan sejuta kekayaan yang tak terhingga, namun juga dapat menimbulkan masalah dan bencana, konflik dan sengketa oleh orang-orang yang diam di atasnya. Namun tanah tetap diam membisu, diam tak bergeming. Diam tiada meronta, pasrah dan ikhlas untuk di jadikan apapun juga.

Tanah diberikan oleh Yang maha Kuasa untuk hidup dan kehidupan manusia, diciptakan begitu sempurna dengan segala bentuk dan posisinya. Tanah menyimpan banyak misteri kehidupan, siap menelan apa saja yang ada hidup diatasnya. Segala material di muka bumi ini tersimpan di dalam tanah dan dikembangkan dari dalam tanah. Tak ada yang dapat mengingkari bahwa dari sejak lahir hingga akhir hayat manusia akan memerlukan tanah. Tanah tidak menuntut apapun, dia akan diam membisu.

 

Kepemilikan tanah pun tak dihiraukan oleh tanah itu sendiri. Tapi manusia membuat sejarah dan riwayatnya, yang terkadang dimanipulasi oleh keserakahan dan keangkuhan manusia. Kepemilikan yang ditumpang tindihkan orang yang tidak bertanggungjawab, dikacaukan oleh sistem, bahkan disingkirkan dan tidak dihargai masih menjadi pemandangan di muka bumi Indonesia. Kapan keteraturan dan kepastian akan hadir di antara mahluk yang diijinkan oleh Yang Kuasa pencipta bumi ini, merasa berdaulat dan sejahtera oleh pemberianNya?

Pemerintah, Lembaga, Masyarakat, dan siapapun yang ada di muka bumi Indonesia pasti bisa bergendeng tangan, saling membahu dan saling bergandeng tangan menjaga sejarah dan riwayat tanah ini, sehingga akan selalu membawa cerita yang indah dan bagaikan surga. Aman, damai, tentram di atas tanah yang jelas asal usulnya, sejuk dan sejahtera di negeri yang beradab dan bermartabat di atas tanah yang subur, dan kaya untuk semua penduduk di bumi Indonesia. MARI berdayakan segala potensi elemen bangsa untuk kemajuan negara melalui TANAH.

makmur@bpn.go.id

Kebayoran Baru 22 Juni 2010

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s