SIDA & IPSLA

Penguatan administrasi pertanahan di Indonesia telah dilakukan melalui berbagai kegiatan yang dibangun sejak lama. Beberapa program dan kegiatan belakangan ini dan masih berjalan diantanya dilakukan melalui  kerjasama dengan World Bank melalui LAP (phase 1) LMPDP (phase 2), LOC bekerjasama dengan Spanyol dan IPSLA  bekerja sama dengan Swedia.

Substansi kegiatan yang didesain dan dikelola semuanya mengarah kepada pembangunan penguatan administrasi pertanahan dan manajemen pertanahan yang lebih efisien dan efektif. Berbagai studi dan kajian dilakukan dengan biaya yang tidak sedikit, yang juga sebagian besar berupa LOAN maupun Grant. Kegiatan ini semua sangat baik karena banyak memberikan pembelajaran dari berbagai pengalaman internasional.

LMPDP melakukan kegiatan di 5 komponen yaitu : (1) Komponen Kebijakan Pertanahan [BAPPENAS]; (2) Komponen Penguatan Kelembagaan; (3) Komponen Percepatan Pendaftaran Tanah; (4) Komponen Sistem Informasi Pertanahan [Komponen 2,3,4 dilakukan oleh BPN RI] dan (5) Komponen Desentralisasi sebagian Urusan Pertanahan [ DDN].

IPSLA misalnya melakukan 4 komponen kegiatan yaitu : (1) Pertukaran Pengetahuan dan Pengalaman; (2) Penilaian Tanah; (3) Legalisasi arsip digital pertanahan; (4) Reformasi Tanah Perkotaan/Pemukiman kembali secara informal.

LOC melakukan berbagai kegiatan komputerisasi dari administrasi pertanahan secara digital.

Ketiga kegiatan ini sangat berperan besar dalam mendukung kegiatan pertanahan di Indonesia, yang memberi semangat dan warna pembaharuan serta modernisasi. Namun kegiatan yang selama ini dilakukan secara manual sebaiknya tetap dilaksanakan karena keterbatasan infrastruktur dan suprastruktur.  SDM misalnya sebagai pendukung dari kegiatan pertanahan di Indonesia ini sangat butuh pencerahan dalam pelaksanaan kegiatan yang disemangati oleh 4 prinsip dalam menjalankan 11 Agenda Pertanahan yaitu :

[1] Pastikan Pertanahan menjadi sumber-sumber kemakmuran rakyat;

[2] Pastikan Pertanahan menyumbang secara jelas, nhyata, untuk mewujudkan kehidupan bersama yang lebih berkeadilan.

[3] Pastikan Pertanahan mempunyai perspektif keberlanjutan sistem kebangsaan, kemasyarakatan dan ke Indonesiaan.

[4] Pastikan Pertanahan menyumbangkan diri untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih harmoni dalam keberagaman,  kebhinekaan, pluralisme persoalan pertanahan yang sangat mendasar.

Prinsip dasar  yang dibangun ini juga harus tercermin dalam ketiga program besar yang dibangun oleh LMPDP, LOC dan IPSLA majupun kegiatan lainnya yang dilakukan secara rutin dan melalui berbagai program yang ada seperti PRONA, PRODA, Pensertipikatan tanah-tanah UKM, Pertanian, Nelayan, Transmigrasi, Redistribusi Tanah, Konsolidasi Tanah dan sebagainya.  Berbagai upaya dan kerjasama juga telah dibangun dan digagas seperti MOU dengan BULOG ( pagi ini di Kantor Perum Bulog), dengan berbagai Instansi dan lembaga yang ada untuk mengelola asset-asset tidur menjadi asset-asset yang hidup.

Kebayoran Baru, 27 Mei 2008

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s