Demi Kepentingan Rakyat

Slogan demi kepentingan rakyat tidak pernah lepas dari siapapun yang menjadi pemimpin di negeri ini, apapun jamannya, eranya atau ordenya, ikon tersebut tidak pernah lepas. Meskipun dalam kemasan yang berbeda, tetap saja acuan untuk mencapai ikon tersebut adalah Pembukaan UUD 45. Rumusan yang sangat jelas, sederhana dan tidak muluk-muluk. Semua demi kepentingan rakyat, demi kesejahteraan rakyat.

Bagaimana caranya ? Pertanyaan ini adalah pertanyaan klise, pertanyaan di luar anak bangsa, di luar komponen bangsa. Ternyata dari berbagai pengalaman bernegara dan berbangsa, kita sering melihat dari luar diri kita.  Pertanyaan yang sering muncul adalah misalnya : Apa bisa kita melakukan peningkatan kesejahteraan rakyat ? Apakah BLT bisa membangun motivasi usaha kerakyatan ? Apa bisa ikan menjadi kail ? Apabisa menaikkan harga (BBM dan lainnya) menolong rakyat miskin? Apa rencana ini tidak hanya gali lobang tutup lobang, tetapi pondasi bangsa ini semakin rapuh ? Pertanyaan skeptis ini juga muncul diantara para elite pelaku pembangunan ini.

MARI BERSAMA MEMBANGUN NEGERI INI, adalah ikon baru 4 tahun terakhir ini. Lalu muncullah program-program bersama, program bersinergi, program kolaborasi untuk mencapai satu gerak langkah. Menggugah semangat gotong royong yang menjadi budaya negeri ini. Semangat yang dulu sangat kuat untuk mencapai kemerdekaan, yang kini mulai terkikis habis. Ternyata kita sudah sering lupa bersilaturahim, lupa bergotong royong, lupa sebagai saudara. Liberalisasi dan globalisasi menghantam seluruh negeri tanpa hambatan, namun bangsa ini masih ingat budaya asli, budaya leluhur, saling menghormati, saling bahu membahu.

Masayarakat yang tidak berdaya, sekarang diberdayakan, sampai-sampai program pemberdayaan sudah menjadi ikon setiap instansi, setiap kantor dan lembaga, tidak ada yang mau mengucilkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan. Dialah saat ini menjadi terdepan, masyarakatlah yang utama. Sehingga Presiden sangat mengandalkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat menjadi program prioritas ( lih. http://www.pnpm-mandiri.org ), Begitu banyak harapan ditumpahkan disana, begitu banyak anggaran disalurkan kesana, mari…..mari… bersama masyarakat membangun negeri. Jadilah inspirator bagi masyarakat, jadilah fasilitator untuk membantu sesama (lih. http://www.fasilitator-ind.org), dari bidang atau unit apapun keahlian yang dimiliki. DI bidang pertanahan misalnya, jadilah fasilitator ( bukan calo) untukmembangun informasi pertanahan di desa, di kecamatan. Berangkatlah mulai dari bawah, raihlah cita-cita bersama. Demi Kepentingan Rakyat.

Kebayoran Baru,  Mei 2008

Makmur Siboro

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s