“Tanah Untuk Kesejahteraan Rakyat”

Tata Apik Tanah

“Tanah Untuk Kesejahteraan Rakyat”

Tidak ada satu insan di dunia ini yang dapat menolak bahwa manusia sebenarnya berasal dari tanah dan kembali ke tanah. “Human was born from the land and will be back to the land”. Gumpalan zat berbentuk daging yang mempunyai akal dan budi adalah milik tanah dan pikiran, hati, jiwa adalah milik Yang Kuasa/Pencipta semesta alam yang Dialah Yang Maha Agung Penguasa Jagad Raya dan seisinya. Tanah adalah juga ciptaanNya, yang dikhususkan buat ciptaannNya pula dan harus dijaga, dirawat dan pelihara kesuburannya. (UUPA pasal 15, menegaskannya lagi bukan!)

Jangan biarkan tanah digerogoti dan dirusaki systemnya, biarkan secara alami bergulir dan berganti berevolusi sesuai dengan zamannya. Biarkan tanaman tumbuh subur dan suburkan lagi, tanami padi dan gandum untuk kehidupan, ciptakan tanah yang subur, indah dan permai, dengan udara yang segar dengan menjaga keseimbangannya. Mari peduli dengan masa depan tanah kita, bumi kita. Bumi ini sudah semakin tua kawan.

Mari tata gunakan tanah untuk keberlanjutan hidup yang seimbang, hapuskan keserakahan, penjarahan dan ekspliotasi atas tanah yang berlebihan, dan juga eksploitasi penghuninya. Tumbuh suburkan perdamaian dengan kehijauan dan kesejahteraan. Merajam bumi, merajam tanah juga merajam manusia, merajam diri, karena diri kita adalah tanah.

Mari kita atur sedemikian rupa pertanahan kita. Pertanahan tidak semata hukum, tidak semata diukur secara teknis yang bisa dimanipulasi dengan gambar yang indah, tidak semata di tuliskan dengan baik di buku tanah, tetapi secara apik ditata keseimbangan antara hukum, teknologi, administrasi, hubungan sosial dalam menuju kedamaian dan kesejahteraan manusia dan berarti kepentingan tanah untuk sekarang dan masa depan, untuk kita dan anak cucu kita.

Hukum tidak selalu jadi panglima, administrasi tidak selalu jadi primadona, teknologi tidak selalu jadi mahakarya, tetapi hubungan yang kuat antara manusia dan tanahnya yang tidak bisa dicabut oleh apapun sampai ajal menjemputnya dan mengembalikannya ke tanah dan jiwanya kembali ke Maha Pencipta, harus menjadi yang terutama dari yang utama. Singkirkan cara-cara yang merusak tanah, tatanannya, administrasinya, pengolahannya, kembalilah kepada kodrat kita. Kita juga adalah bagian tanah, yang hanya bagian kecil dari millyaran hektar tanah dan menyatu kembali tanpa ada yang bisa melawan.

Mari bersama jaga tanah untuk kesejahteraan rakyat. Sukseskan Reforma Agraria. Agrarian Reform disini berarti mereform, hukum, administrasi, teknologi, SDM, pelayanan dan mereform pola pikir, cara bertindak dan melayani dan melayani.

Makmur Siboro

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s